Martapura, 20 Agustus 2026 — Peringatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di MTs Assalam Martapura tidak hanya diisi dengan perlombaan yang mengandalkan kekuatan fisik. Kamis (20/8/2026) pukul 08.00 WITA, murid laki-laki dari kelas VII Al-Bashir, VIII Al-Aziz, dan IX Ar-Rasyid menunjukkan kemampuan berbicara di depan umum melalui lomba pidato yang berlangsung di aula madrasah.
Lomba tersebut menjadi salah satu ruang bagi murid untuk mengembangkan keberanian sekaligus menyampaikan gagasan dalam suasana kompetitif. Peserta tampil secara bergantian di hadapan juri dan penonton dengan membawa materi pidato yang berkaitan dengan semangat kemerdekaan serta nilai-nilai positif bagi generasi muda.
Kegiatan dikoordinasikan oleh Guru BK sekaligus Pelatih Pramuka MTs Assalam Martapura, Muhammad Maulani Hermawan, S.Pd. Jalannya acara dipandu oleh Nur Wida Raihanah dan Rif’ah sebagai MC. Sementara itu, penampilan para peserta dinilai oleh Abda Rajab, S.Pd., Mu’idah, S.Pd., dan Nur Siti Karmila, S.Pd.
Perlombaan disaksikan langsung oleh Kepala Madrasah MTs Assalam Martapura, Raudatul Zannah, S.Pd.I., Gr., bersama Guru Tahfidz laki-laki, Al-Qur’an Hadis dan Fikih, Drs. Muhammad Ideris, serta Guru Tahfidz perempuan, Salasiah. Kehadiran para guru memberikan dukungan sekaligus motivasi kepada peserta agar tampil maksimal.
Dalam perlombaan ini, kemampuan berbicara bukan menjadi satu-satunya hal yang diperhatikan. Juri menggunakan beberapa kriteria penilaian, meliputi teknik vokal, ekspresi, gestur atau gerakan, serta penguasaan materi. Peserta dituntut mampu mengatur volume suara, intonasi, dan artikulasi agar pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik oleh pendengar.
Ekspresi dan gestur juga menjadi bagian penting dalam penampilan. Gerakan yang tepat dapat memperkuat pesan, sedangkan penguasaan materi membantu peserta berbicara dengan lebih lancar dan percaya diri. Perpaduan seluruh aspek tersebut membuat setiap penampilan memiliki karakter dan gaya penyampaian yang berbeda.
Bagi murid, kesempatan tampil di depan banyak orang memberikan pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri. Mereka belajar mengatasi rasa gugup, menyampaikan pendapat secara terstruktur, serta bertanggung jawab terhadap materi yang dibawakan.
Dalam konteks peringatan kemerdekaan, lomba pidato juga menjadi sarana menumbuhkan rasa cinta tanah air. Melalui gagasan yang disampaikan, murid diajak memahami bahwa mengisi kemerdekaan dapat dilakukan dengan belajar, berkarya, menjaga persatuan, dan memberikan kontribusi positif bagi lingkungan.
Kegiatan berlangsung dengan suasana antusias. Dukungan dari teman-teman membuat para peserta semakin bersemangat menyelesaikan penampilan hingga akhir. Melalui lomba ini, MTs Assalam memberikan ruang bagi murid untuk mengembangkan bakat komunikasi sekaligus menanamkan keberanian, disiplin, dan semangat nasionalisme. (MTs/Ahmad)




0 Komentar