Banjar, 19 Agustus 2026 — Halaman MTs Assalam Martapura berubah menjadi arena penuh semangat dan tawa pada Rabu (19/8/2026) pukul 09.00 WITA. Dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81, madrasah menggelar Lomba Ular Tangga Laki-laki yang diikuti murid kelas VII Al-Bashir, VIII Al-Aziz, dan IX Ar-Rasyid.
Permainan yang dihadirkan kali ini berbeda dari ular tangga pada umumnya. Murid menjadi bagian langsung dari permainan dan harus bergerak mengikuti kotak-kotak yang telah disiapkan. Peserta dibagi menjadi dua tim yang menempati sisi masing-masing. Setelah permainan dimulai, murid melompat dari satu kotak menuju kotak berikutnya hingga bertemu dengan lawan.
Ketika dua murid bertemu, tantangan berikutnya bukan sekadar adu kecepatan, melainkan gunting, batu, kertas. Murid yang memenangkan tantangan berhak melanjutkan perjalanan menuju area lawan, sementara murid yang kalah harus kembali ke timnya dan memberikan kesempatan kepada anggota berikutnya. Pola permainan tersebut terus berlangsung hingga salah satu tim berhasil mencapai base lawan.
Konsep permainan yang sederhana justru membuat suasana menjadi semakin seru. Setiap lompatan membawa kemungkinan bertemu lawan, sedangkan hasil gunting, batu, kertas dapat mengubah jalannya pertandingan dalam hitungan detik. Sorakan dukungan dari teman-teman membuat persaingan terasa semakin hidup.
Lomba ini dikoordinasikan oleh guru PJOK Restha Hartiya, S.Pd., dengan dukungan Pembina OSIM Istiqomah HM, M.Pd. Jalannya kegiatan turut dipandu oleh MC Siti Aisyah dari kelas IX Al-Quddus, sehingga perlombaan dapat berlangsung dengan tertib dan meriah.
Di balik keseruannya, permainan tersebut menjadi sarana untuk menanamkan sejumlah nilai karakter. Murid belajar mengikuti aturan, menerima hasil permainan, menghargai lawan, serta tetap berusaha ketika mengalami kekalahan. Kerja sama tim juga menjadi bagian penting karena setiap anggota memiliki kesempatan untuk membawa timnya semakin dekat menuju kemenangan.
Kegiatan ini sekaligus menjadi cara positif untuk menyalurkan energi dan semangat kompetitif murid. Aktivitas fisik yang dikemas dalam permainan membuat perayaan kemerdekaan terasa lebih dekat dengan dunia mereka.
Lomba Ular Tangga Laki-laki akhirnya bukan hanya tentang siapa yang lebih cepat mencapai base. Di dalamnya terdapat pelajaran tentang keberanian, strategi, kerja sama, kejujuran, sportivitas, dan kemampuan bangkit setelah kalah—nilai-nilai yang relevan untuk dibawa jauh melampaui arena perlombaan. (MTs/Ahmad)




0 Komentar