Kegiatan berlangsung mulai pukul 07.30 hingga 08.50 WITA dan diikuti oleh Murid bersama Pelatih Muhadaroh. Pertemuan perdana ini diarahkan pada pengenalan aspek dasar pidato serta latihan ketajaman artikulasi sebagai bekal sebelum Murid memasuki materi dan praktik berbicara yang lebih kompleks.
Pada tahap pengenalan, Murid diberikan pemahaman bahwa pidato bukan sekadar berdiri kemudian berbicara di hadapan orang lain. Ada sejumlah unsur yang perlu diperhatikan, mulai dari sikap tubuh, cara berdiri, kontak mata, pembukaan, penyampaian isi, hingga penutup. Pemahaman terhadap dasar tersebut membantu Murid memiliki gambaran yang jelas ketika nantinya mendapat kesempatan tampil.
Latihan artikulasi juga mendapat perhatian khusus. Kejelasan pengucapan menjadi salah satu kunci agar pesan yang disampaikan dapat diterima pendengar dengan baik. Hal ini semakin penting dalam muhadaroh karena Murid dapat menggunakan istilah keagamaan, bahasa Arab, maupun kutipan ayat dan hadis dalam materi pidatonya.
Melalui latihan vokal dan pengucapan yang terarah, Murid dibiasakan untuk menghindari kebiasaan berbicara terlalu cepat, bergumam, atau mengucapkan kata secara kurang jelas. Suara yang terartikulasikan dengan baik akan membuat penyampaian lebih mudah diikuti sekaligus membantu pembicara membangun kepercayaan diri.
Pertemuan pertama tersebut menjadi fondasi sebelum Murid diarahkan pada kemampuan retorika yang lebih luas. Keberanian tampil tidak dibangun secara instan, melainkan melalui latihan berulang yang dimulai dari hal-hal sederhana dan mendasar.
Ekstrakurikuler Muhadaroh di MTs Assalam Martapura diharapkan menjadi ruang bagi Murid untuk mengembangkan kemampuan komunikasi sekaligus membangun mental yang lebih siap. Keterampilan berbicara yang diperoleh melalui latihan ini bukan hanya bermanfaat ketika mengikuti kegiatan keagamaan, tetapi juga dapat menjadi bekal untuk berkomunikasi secara santun dan percaya diri dalam berbagai situasi di masa mendatang. (MTs/Ahmad)

0 Komentar