Banjar, 5 September 2026 — Layanan Bimbingan dan Konseling (BK) di MTs Assalam Martapura tidak hanya diarahkan untuk membantu murid dalam persoalan belajar dan perkembangan pribadi. Nilai keagamaan juga menjadi bagian dari pembinaan karakter. Hal tersebut terlihat dalam kegiatan BK klasikal bagi murid laki-laki yang berlangsung di kelas VII Al-Bashir, Sabtu (5/9/2026).
Kegiatan dimulai pukul 11.45 hingga 12.20 WITA dengan dipandu Guru BK MTs Assalam Martapura, Muhammad Maulani Hermawan, S.Pd. Kegiatan tersebut mengangkat tema menghafal doa selamat sebagai salah satu upaya membiasakan murid mengenal dan mengamalkan doa dalam kehidupan sehari-hari.
Proses pembelajaran dilakukan secara klasikal dengan melibatkan murid laki-laki dalam satu ruang kelas. Guru memberikan contoh bacaan doa selamat, kemudian murid mengikuti bacaan secara bersama-sama. Pengulangan dilakukan secara bertahap agar murid lebih mudah mengingat susunan bacaan dan pengucapannya.
Metode tersebut memberikan pengalaman belajar yang sederhana tetapi aplikatif. Murid tidak hanya diarahkan untuk menghafal teks, tetapi juga diperkenalkan pada pentingnya doa sebagai bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon keselamatan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Bagi murid laki-laki yang berada pada masa remaja, pembiasaan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter. Masa perkembangan menuju kedewasaan membutuhkan pendampingan agar murid memiliki pegangan dalam menghadapi berbagai perubahan, baik dalam kehidupan pribadi maupun lingkungan sosial.
Kemampuan menghafal doa juga dapat menjadi bekal praktis. Dalam berbagai kesempatan, murid laki-laki kelak dapat mengambil peran untuk memimpin doa di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Karena itu, keterampilan sederhana seperti menghafal dan memahami doa dapat membantu membangun rasa percaya diri sekaligus tanggung jawab.
Kegiatan BK klasikal juga memberikan ruang bagi murid untuk belajar bersama. Ketika dilakukan secara berkelompok, proses menghafal dapat terasa lebih ringan karena murid dapat mengikuti ritme bacaan dan saling mengingatkan apabila terdapat bagian yang belum dikuasai.
Dari sisi madrasah, kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa layanan BK dapat dikembangkan dengan pendekatan yang menyentuh aspek pribadi, sosial, dan spiritual murid. Pembinaan tidak hanya berfokus pada penyelesaian masalah, tetapi juga pada upaya membangun kebiasaan positif.
Melalui kegiatan menghafal doa selamat, MTs Assalam Martapura berupaya menanamkan kebiasaan berdoa sekaligus memperkuat karakter religius murid laki-laki. Harapannya, bacaan yang dipelajari di ruang kelas tidak berhenti sebagai hafalan, tetapi dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. (MTs/Ahmad)

0 Komentar