Selamat Datang di Website Resmi MTs Assalam Martapura. Alamat : Jl. Zamrud No. 02 RT. 001 RW. 001 Telp. 0822-1343-9492 Martapura Kab. Banjar Kode Pos 70619

Muhadaroh MTs Assalam Martapura Latih Kepekaan Intonasi dan Tempo dalam Beragam Bentuk Public Speaking


Banjar, 12 September 2026 — Kemampuan berbicara di depan umum tidak cukup hanya dengan keberanian tampil. Seorang pembicara juga perlu memahami bagaimana mengatur suara agar pesan yang disampaikan sesuai dengan suasana, tujuan, dan karakter pendengar. Keterampilan tersebut menjadi fokus dalam kegiatan ekstrakurikuler Muhadaroh MTs Assalam Martapura yang berlangsung di ruang kelas IX Al-Quddus, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan yang dilaksanakan pukul 07.30 hingga 08.50 WITA tersebut diikuti oleh Murid bersama Pelatih Muhadaroh. Pada pertemuan kali ini, Murid mendapatkan latihan mengenai perbedaan intonasi dan tempo dalam beberapa bentuk komunikasi lisan, yaitu pidato, pembawa acara (MC) formal, dakwah, dan Syarhil Qur’an.

Dalam latihan pidato, Murid diarahkan menggunakan intonasi yang dinamis serta tempo yang bervariasi. Nada suara dapat dibuat lebih tegas ketika menyampaikan ajakan atau penekanan, sementara tempo diperlambat pada bagian penting agar pesan lebih mudah dipahami.

Berbeda dengan pidato, MC formal membutuhkan gaya bicara yang lebih tenang, jelas, dan berwibawa. Pengaturan tempo yang stabil menjadi bagian penting agar rangkaian acara dapat dipandu dengan tertib sekaligus tetap menghadirkan suasana resmi.

Pada materi Da’i, Murid diperkenalkan dengan gaya penyampaian yang lebih komunikatif dan ekspresif. Intonasi dapat berubah mengikuti isi pesan, sementara tempo disesuaikan dengan suasana penyampaian. Bagian yang bersifat nasihat dapat disampaikan secara lembut, sedangkan pesan yang membutuhkan penegasan disampaikan dengan suara yang lebih kuat.

Sementara itu, Syarhil Qur’an membutuhkan kemampuan vokal yang lebih terarah. Murid perlu memperhatikan irama, tekanan suara, tempo, serta penjiwaan agar penyampaian kandungan ayat dapat terdengar kuat sekaligus tetap harmonis.

Latihan tersebut memberikan pemahaman bahwa satu gaya berbicara tidak dapat diterapkan untuk semua situasi. Cara seorang MC berbicara dalam acara resmi tentu berbeda dengan gaya seorang Da’i ketika menyampaikan ceramah. Begitu pula penyampaian Syarhil Qur’an memiliki karakter tersendiri.

Melalui ekstrakurikuler Muhadaroh, Murid MTs Assalam Martapura tidak hanya dilatih berani tampil, tetapi juga belajar membaca situasi dan menyesuaikan cara berkomunikasi. Kemampuan tersebut menjadi bekal penting untuk membangun kepercayaan diri, keterampilan berbicara, serta karakter komunikatif yang dapat digunakan dalam berbagai kesempatan di masa mendatang. (MTs/Ahmad)


 

0 Komentar