Pertemuan kali ini difokuskan pada latihan Syarhil Qur’an. Materi tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan Muhadaroh karena Murid tidak hanya dituntut mampu membaca ayat Al-Qur’an, tetapi juga belajar menyampaikan kandungan dan pesan yang terdapat di dalamnya secara terstruktur di hadapan orang lain.
Kegiatan diawali dengan pengarahan dari Istiqomah HM mengenai hal-hal yang perlu diperhatikan dalam latihan Syarhil Qur’an. Murid kemudian mempersiapkan diri untuk mengikuti praktik dengan memperhatikan materi yang telah diberikan. Pelatih memberikan bimbingan agar penyampaian dapat dilakukan secara runtut, jelas, dan mudah dipahami.
Dalam proses latihan, Murid mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan penyampaian Syarhil Qur’an secara langsung. Mereka belajar mengatur pembukaan, penyampaian isi, hingga penjelasan pesan yang berkaitan dengan ayat yang dibahas. Pelatih juga memperhatikan cara Murid menyampaikan materi, termasuk keberanian berbicara, intonasi, dan ketepatan dalam menyampaikan isi.
Ketika terdapat bagian yang masih perlu diperbaiki, Murid mendapatkan arahan secara langsung. Praktik kemudian dilakukan kembali agar mereka dapat memahami kekurangan dan melakukan perbaikan. Proses tersebut membuat kegiatan berlangsung secara aktif karena Murid terlibat langsung dalam setiap tahapan latihan.
Latihan Syarhil Qur’an juga menjadi sarana untuk membangun kepercayaan diri. Kemampuan berbicara di depan orang lain membutuhkan keberanian dan latihan yang berkelanjutan. Melalui kegiatan Muhadaroh, Murid memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut dalam suasana pembelajaran yang terarah.
Bagi MTs Assalam Martapura, kegiatan Muhadaroh tidak hanya berkaitan dengan kemampuan tampil di depan umum, tetapi juga menjadi bagian dari pembinaan karakter dan keterampilan keagamaan Murid. Latihan Syarhil Qur’an diharapkan dapat membantu Murid menyampaikan pesan-pesan Al-Qur’an dengan baik, sekaligus membiasakan mereka berbicara secara santun, teratur, dan bertanggung jawab. (MTs/Ahmad)

0 Komentar